Isro’ Mi’roj


Bagaimana harus mengatakan kepada mereka apa yang telah dilakukan Rasulullah semalam. Sebuah perjalanan menakjubkan yang takkan pernah ia lupakan sampai kapanpun. Terlebih lagi ketika itu beliau ditinggal istri tercinta dan paman yang selama ini melindunginya dari gangguan kafir Quraisy. Maka siang itu, Rasulullah Saw sengaja termenung di samping Ka’bah, memikirkan kejadian yang baru saja dialaminya. Sekali lagi ia berfikir keras, bagaimana caranya memberitahu orang-orang mengenai hal ini? Mereka pasti tidak akan percaya begitu saja. Tiba-tiba datanglah Abu Jahal, seorang kafir Quraisy yang selama ini memang memusuhi Nabi. Maka ia bertanya, “Ada apakah gerangan Hai Muhammad engkau termenung sedari tadi? Adakah hal yang ingin kau ceritakan pada kami?”. Rasulullah pun, menjawab, “Benar. Tapi aku bingung harus mulai dari mana?”. “Coba ceritakan padaku” kata Abu Jahal sambil bermaksud mengejek.

“Begini, tadi malam aku telah melakukan perjalanan yang sangat jauh. Aku bersama dengan malaikat Jibril diberangkatkan Allah dari masjidil Haram ini ke Masjidil Aqsha Palestina. Setelah itu, aku juga diangkat ke langit tujuh dan lebih tinggi lagi. Lalu aku kembali ke Mekkah, dan hari pun telah menjadi siang.” Mendengar apa yang dikatakan oleh Rasulullah, tentu saja Abu Jahal sangat kaget luar biasa, “Ada-ada saja kamu, Muhammad. Barangkali kamu sudah gila. Masa hanya dalam waktu yang sesingkat itu kamu melakukan perjalanan yang sangat jauh. Apalagi kamu ngaku naik ke langit segala. Sungguh tidak masuk akal. Gila.. benar-benar gila!” Kata Abu Jahal sambil mengejek. “Pake apa kamu kesana, Muhammad?” “Aku berangkat menggunakan kendaraan yang disebut Buraq” “Haha.. ada-ada saja kamu, Muhammad. Kamu benar-benar telah menjadi gila. Aku sunggu kasian kepadamu. Haha…” Tawa ejekan Abu Jahal pun membahana. Nabi Saw pun bersedih. Beliau sudah tahu reaksinya akan seperti ini. Agar bertambah malu, Abu Jahal pun berkata, “Maukah kau ceritakan kisah ini kepada orang-orang, hai Muhammad?”. Setelah berfikir, Nabi pun menyanggupinya. Maka dipanggillah orang-orang Quraisy untuk berkumpul. Maka dalam waktu yang singkat berkumpulah orang-orang tersebut untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan Rasulullah. Nabi pun akhirnya bercerita persis seperti apa yang dikatakannya kepada Abu Jahal. Seperti sudah bisa ditebak, reaksi orang-orang tentu saja sama seperti Abu Jahal. Mereka mengejek dan menganggap Nabi telah menjadi gila. Bukan hanya dari kaum kafir, ada pula kaum muslim pun menjadi ragu dengan keimanan mereka.

Bagaimana mungkin seseorang bisa melakukan perjalanan ribuan kilometer hanya dilakukan dalam waktu semalam saja? Apalagi sampe ngaku naik ke atas langit segala. Waduh.. waduh… benar gak masuk akal. Gitu kata mereka. Inilah reaksi spontan seorang anak manusia, mengingatkan di zaman itu memang tidak ada kendaraan lain yang membawa mereka bepergian jauh selain unta, kuda atau sejenisnya. Apalagi jarak antara Mekkah Palestina (Syam) sangatlah jauh, tentu memakan waktu berbulan-bulan. Dalam waktu singkat, menyebarlah kabar tentang kisah aneh bin ajaib seorang Muhammad. Sebagian besar menganggap bahwa Rasulullah berbohong dan terlalu mengada-ada. Bahkan menganggapnya gila. Namun, Abu Bakar seorang sahabat Nabi mempercayai 100 % kisah ini jika Rasulullah yang bercerita. Maka dari itulah, Abu bakar diberi gelar Ash Shiddiq (yang membenarkan!). Meskipun mereka tidak mempercayai apa yang diceritakan Rasulullah, kisah ini tetap saja menjadi buah bibir yang banyak dibicarakan orang. Hari demi hari, mereka tetap saja membicarakan kisah ini. Maka timbullah ide untuk menguji Nabi, apakah kisah ini memang benar? Suatu hari dilakukanlah sebuah pengujian kepada Nabi tentang kebenaran ceritanya. Didatangkanlah orang-orang yang pernah datang ke Palestina melihat Masjidil Aqsha. Mereka pun banyak bertanya (untuk menguji) perihal bentuk, jumlah pintu, jendela, menghadap ke arah mana dan sebagainya berkaitan dengan Masjidil Aqsha ini. Tentu saja Nabi bingung. Meskipun beliau pernah shalat di sana, namun beliau tidak memperhatikan dengan detil, bentuk bangunan yang disebut Baitul Maqdis tersebut. Namun Allah tidak akan membiarkan Nabi/Rasulnya dalam kebingungan. Allah akhirnya memberikan gambaran tentang Masjid yang dimaksud secara lengkap dan jelas. Dan tentu saja Nabi muhammad Saw dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mudah. “Sungguh ajaib Muhammad. Kau benar-benar memiliki sihir yang nyata!” mereka berseru karena masih juga tidak percaya akan kebenaran didepan mereka. Satu lagi, pertanyaan pamungkas: “Hai Muhammad, kalo bener kamu melakukan perjalanan tadi malam, maka tentu kamu akan bertemu dengan kafilah-kafilah (rombongan) yang akan masuk kota Mekkah. Mereka baru saja pulang dari berdagang di Syam. Apakah kamu bertemu dengan mereka?’ Rasulullah menjawab, “Betul, aku bertemu dengan mereka. Kebetulan aku juga melihat ada seekor unta yang terkejut mendengar cepatnya kendaraan yang kugunakan. Maka larilah untuk itu, dan tersungkur jatuh karena patah kakinya. Aku juga sempat meminta air minum kepada mereka karena merasa kehausan dan mereka pun memberiku air. Oh, ya. Jika tidak salah perhitungan, mereka akan tiba di Makkah ini sore nanti”. Maka menantilah orang-orang Quraisy tadi, menunggu kedatangan kafilah yang disebut-sebut bertemu dengan Rasulullah. Dan akhirnya, kafilah yang ditunggu itu pun datang. Orang-orang yang menunggu sedari tadi langsung bertanya karena penasaran, apakah mereka bertemu dengan Rasululllah atau tidak. Mereka pun menjawab, “Betul, kami bertemu dengan Muhammad. Bahkan, gara-gara cepatnya kendaraan Muhammad, ada unta kami yang patah kakinya karena lari dengan terkejut”. Mendengar kesaksian para kafilah tersebut, nyatalah bahwa kisah yang dialami Rasulullah bukan sekedar kisah bohong belaka, Tapi benar-benar nyata terjadi. Sungguh ajaib, bukan? Karena kuasa Allah diatas segala sesuatu…

Single Post Navigation

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: