Ciuman Senja


Adakalanya senja cuma sekumpulan awan yang tak berarti hujan
seperti lukisan mati warnanya memudar di masa lalu
pepohonannya kaku dan bunga-bunganya terkubur layu
kemudian sunyi menyeretnya kelam dan tiada.

Secangkir teh menguap di mataku membuyarkan lamunan
seperti mulutmu melumat seiris senyum di ujung bibirku
begitu cepatnya ciuman menjadi kenangan
rasanya ingin terus mengulang.

Tahan ciumanmu sampai malam tiba
rasakan getar sajak yang kutuliskan untukmu di setiap denyut nadiku
agar taman menemukan kembali warna dalam senja yang jingga
dan angin mengibaskan wangi dari parfum tubuhmu.

Adakalanya kita yang harus mengubah senja menjadi surga
memberi nyawa pada lukisan agar warnanya abadi
mengekalkan cinta pada pepohonan dan menciumi bunga-bunga
sebab bersamamu, segalanya selalu menjadi indah.

Single Post Navigation

One thought on “Ciuman Senja

  1. suka ama puisi nya…. lam nal

%d blogger menyukai ini: