Bahaya Bau, Racun Dan Bakteri Pada Bangkai/Mayat Bagi Kesehatan Manusia


Kenapa kita tidak boleh makan daging yang tidak disembelih (tidak halal)? Kanapa kita tidak boleh makan dan minum darah? Kenapa kita tidak boleh bermain-main dengan bangke binatang? Kenapa orang yang telah meninggal dunia jenazahnya harus segera dikubur dalam tanah yang cukup dalam? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan dijawab oleh artikel di situs organisasi.org kesayangan kita.

Darah umumnya mengandung uric acid yang merupakan racun / toxic yang berbahaya bagi kesehatan kita. Uric acid yang ada di dalam tubuh kita akan dibawan darah yang kemudian akan dibuang ke luar tubuh dengan air urin / air kencing melalui ginjal. Minum darah atau memakan makanan yang tidak bersih dari darah dapat membuat kita keracunan atau memperberat kerja dari organ ginjal kita yang berharga.

Dalam binatang atau manusia yang telah menjadi bangkai dagingnya masih mengandung racun karena adanya endapan darah. Jadi binatang yang mati tanpa dikeluarkan darahnya secara bersih melalui proses penyembelihan yang benar sesuai aturan agama adalah bangkai yang haram untuk dimakan. Hewan yang mati karena sakit, disetrum, dicekik atau dipukul akan mati tanpa banyak mengeluarkan banyak darah sehingga racun dalam darah tetap mengendap di dalam tubuh hewan tersebut.

Berhati-hatilah dalam membeli dan melakukan konsumsi daging karena bisa saja yang diberikan kepada kita adalah binatang yang telah menjadi bangkai yang haram dan mengandung racun yang tidak baik untuk dikonsumsi karena dapat merusak kesehatan kita. Pedagang nakal terkadang menjual ayam, sapi, kambing, celenk, dkk yang mati karena sakit atau seba lain. Bangkei-bangkai tersebut yang pasti mengandung darah, racun, telur belatung dan mungkin bakteri yang mulai menggerogoti setiap bagian tubuhnya.

Untuk membedakan mana ayam segar dan ayam bangkai bisa dilihat dari fisik. Contohnya pada ayam bangkai memiliki bau busuk, di ketek, sayap serta leher terdapat bendungan darah, kulitnya lember dan berair, warna agak biru kehitam-hitaman. Jika digoreng pun warna daging terlihat membiru. Setiap minum pun pastikan air minum telah steril dari bakteri yang dapat mengganggu kesehatan dan dari unsur-unsur zat berbahaya serta mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum makan dan minum atau setelah melakukan sentuhan fisik terhadap sesuatu yang kotor / mengandung bakteri (kuman).

Bau busuk pada bangkai umumnya disebabkan oleh proses pembusukan oleh bakteri-bakteri yang menghasilkan asam asetat, nitrogen, metana, hidrogen, karbon dioksida, dll yang mana metan dan asam asetat menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung. Bau yang menyengat tersebut sangat mengganggu ketenangan dan ketentraman kejiwaan manusia disamping rasa mual yang ditimbulkan bau aroma bangkai yang menjijikkan.

Cairan-cairan yang diproduksi oleh bakteri pembusuk mayat / bangkai ada yang dapat membuat kita sakit ringan dan berat mulai dari diare, malarian, infeksi luka / tetanus, mata jereng, bengkak, degradasi sel darah merah, dll. Bakteri pada mayat pun mampu menggerogoti sel tubuh kita sehingga bisa menimbulkan kematian atau jika masih semat harus melakukan pemotongan / amputasi bagian tubuh. Untuk mengobati bisa ditempuh dengan minum obat antibiotik, imunisasi, dll.

Single Post Navigation

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: