Archive for the category “Mini G@rdEn”

4 Cara perbanyakan Aglaonema,mudah dilakukan, hasil cepat didapat


Sebagai tanaman hias daun, aglaonema diminati oleh banyak orang. Karena memiliki corak warna daun yang beragam. Warna-warna yang ngejreng memancarkan pesona yang memikat. Perkembangan aglaonema saai ini pesat sekali. Silangan baru bermunculan, baik dari dalam maupun luar negeri. Tanaman hias yang cantik, molek ini mudah dirawat dan tidak rewel. Tahan lama didalam ruangan sehingga cocok untuk tanaman hias indoor.

Sebagai hobiis untuk memelih aglaonema harus mengetahui karakter aglaonema tersebut, apalagi kalau mau dijadikan indukan untuk dikembangkan. Sebagai tanaman hias daun, aglaonema diminati oleh banyak orang. Karena memiliki corak warna daun yang beragam. Warna-warna yang ngejreng memancarkan pesona yang memikat. Perkembangan aglaonema saai ini pesat sekali. Silangan baru bermunculan, baik dari dalam maupun luar negeri. Tanaman hias yang cantik, molek ini mudah dirawat dan tidak rewel. Tahan lama didalam ruangan sehingga cocok untuk tanaman hias indoor.

Sebenarnya ada 3 dasar pengembang biakkan tanaman hias ini.

1. Cara generatif.
Yaitu perbanyakan dengan biji. Cara ini agak rumit, karena harus tahu teknik penyerbukan pada tanaman ini. Penyerbukan atau perkawinan pada aglaonema tidak bisa secara alami. Karena bunga jantan dan betina jadi satu dan terbungkus oleh seludang.

2.Cara vegetatif.
Perbanyakan tanaman dengan cara ini mudah dilakukan. Tidak diperlukan pengetahuan teknis khusus. Dapat menghasilkan tanaman hias dalam jumlah banyak dengan sifat yang mirip iiduknya.

3.Cara kultur jaringan.
Cara ini sebenarnya dapat menghasilkan jumlah anakan secara masal. Namun memerlukan pengetahuan khusus dan biaya yang besar untuk membuat laboratorium.

Pada posting kali ini akan dibahas cara berbanyakan yang mudah dilakukan oleh siapa saja, sekalipun hobiis baru. Perbanyakan vegetatif yaitu melalui stek, baik batang, anakan maupun pencangkokan semuanya mudah dilakukan dan hasilnya cepat didapat.
1. Setek Batang

Perbanyakan tanaman aglaonema dengan cara ini dapat dilakukan pada tanaman yang sudah mempunyai batang. Dilakukan untuk cepat mendapatkan anakan. Biasanya bila jenis tanaman aglaonema tersebut banyak diminati dan stok terbatas. Juga dilakukan pada aglaonema yang susah mengeluarkan anakan. Adapun tahapanya sebagai berikut :

  • Pilih batang aglaonema yang sudah tua dan sehat.
  • Batang yang terpilih dipotong, kemudian buat potongan 3 ~ 5 cm atau minimal ada 1 calon mata tunas pada setiap potongan.
  • Luka potongan ditutup dengan larutan penutup luka (fungisida) dan biarkan selama 30 menit. Hal ini agar batang tidak busuk.
  • Tanam potongan batang tersebut secara horisontal dalam media tanam yang sudah disiapkan. Usahakan batang tersebut tidak terbenam seluruhnya dan mata tunas dibagian atas.
  • Penyiraman dilakukan dengan cara di sepray, media tanam jangan sampai kering.
  • Tunas dan akar baru akan muncul setelah 6 minggu.

2. Setek Pucuk

Dilakukan pada tanaman aglaonema yang mempunyai perakaran bagus. Kadang dilakukan pada aglaonema yang pertumbuhan anakannya lambat. Akan dihasilkan tanaman aglaonema baru yang sudah terbentuk bagus. Tahapannya sebagai berikut :

  • Pilih tanaman induk yang sehat dan mempunyai perakaran cukup banyak sampai ke permukaan media.
  • Potong batang yang terpilih, minimal 3 akar terikut pada batang atas.
  • Oleskan larutan penutup luka (fungisida) pada potongan batang atas maupun batang bawah.
  • Tanam batang atas (pucuk tanaman) dipot terpisah, lalu siram media secara merata.
  • Taruh pada tempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari langsung. Perakaran baru mulai tumbuh setelah 3 minggu.
  • Perawatan batang bawah seperti biasanya, nanti akan tumbuh tunas baru.

3. Setek Anakan

Biasanya sistem ini dilakukan pada tanaman aglaonema yang cepat menghasilkan anakan. Juga dilakukan bila permintaan akan jenis tertentu meningkat. Pada pemisahan anakan sering dilakukan sambil mengganti media indukan, sehingga sambil panen anakan baru, juga memperbaiki media dan repotting induknya. Diharapkan setelah itu pertumbuhan induk akan baik dan cepat menghasilkan anakan baru lagi. Tahapannya sebagai berikut :

  • Pilih tanaman aglaonema yang sudah membentuk rumpun anakan banyak, atau pot sudah penuh dengan tanaman.
  • Cabut rumpun tanaman aglaonema tersebut dari potnya.
  • Pilih anakan yang sudah berdaun minimal 2 membuka, kemudian potong batang yang menghubungkan induk dan anakan. Usahakan akar yang ada tidak rusak atau putus.
  • Oleskan larutan penutup luka (fungisida), pada bekas potongan masing-masing tanaman.
  • Tanam anakan yang sudah dipisahkan pada pot baru, sesuaikan ukuran pot dengan besar anakan yang ditanam. Induk yang tersisa juga ditanam kembali dengan media baru.
  • Taruh anakan tersebut pada tempat yang ternaungi dan tidak terkena sinar matahari maupun hujan secara langsung. Perakaran baru akan tumbuh setelah 3 minggu.

4. Sistem Cangkok

Cangkok dilakukan bila tanaman aglaonema sudah membentuk batang. Biasanya dilakukan sebelum setek batang. Batang yang akan disetek, pucuknya dicangkok terlebih dahulu. Sehingga akan dihasilkan anakan dari setek batang maupun pucuk batang tersebut. Tahapannya sebagai berikut :

  • Siapkan pot kecil (lebih kecil dari pot induknya). Buatkan sayatan, dan lubangi dasar pot tersebut sebesar batang aglaonema yang akan dicangkok.
  • Masukkan pot kecil tersebut pada batang yang dicangkok, lalu isi media tanam sampai penuh.
  • Ikat erat pot kecil tersebut dengan tali, bisa dengan tali rafia. Usahakan tali yang digunakan kuat bertahan dan tidak putus.
  • Siram secara rutin cangkokan tersebut, jangan sampai medianya kering dan jangan terlalu basah.
  • Akar baru pada cangkokan akan tumbuh satu bulan kemudian. Dan batang atas yang dicangkok dapat dipotong dan dipindahkan kepot lain setelah perakarannya banyak, biasanya 3 bulan setelah pencangkokan.

Pemotongan batang pada keempat cara diatas sebaiknya memakai pisau yang tajam dan diusahakan steril. Hal ini untuk meminimalkan kontaminasi bakteri maupun jamur pembusuk batang. Sangat-sangat mudah dilakukan oleh siapapun. Tingkat keberhasilan perbanyakan vegetatif ini ditentukan oleh peralatan yang digunakan dan perawatan selanjutnya setelah dilakukan penyetekan.

Iklan

Tips Membeli Dan Memilih Tanaman Hias Aglaonema


Tanaman hias Aglaonema mempunyai corak warna daun mempesona dan memikat yang melihatnya. Dengan teknik penyilangan, saat ini tanaman hias Aglaonema mempunyai corak warna daun banyak variasi. Jenis baru terus bermunculan. Baik dari negeri kita sendiri maupun dari Thailand. Tanaman hias yang satu ini semula hanya berdaun warna hijau. Dan dalam perkembangannya, sudah banyak kombinasi warna; merah, putih, kuning, silver, pink dan orange. Aglaonema merupakan tanaman hias yang pertama dengan sistem penjualan per lembar daun atau menghitung jumlah daun. Daun merupakan komponen terpenting untuk tanaman hias ini. Aglaonema dengan daun yang mulus, tidak ada sobek, susunannya rapi, rimbun dan kompak adalah idaman para hobiis.

Untuk mendapatkan Aglaonema seperti itu tidaklah mudah. Untuk tanaman hias ini, bila kondisi sudah jadi demikian yang pasti harganya mahal. Banyak hal yang mesti diperhatikan. Pemilihan tanaman hias dengan teliti yang menjadi kuncinya. Perburuan harus dimulai dari nursery satu ke nursery lainnya. Namun susah mendapatkan seperti itu. Alternatifnya bisa mencari bakalan yang bagus, dan nantinya diharapkan bisa menjadi prima. Susah memang, biasanya tanaman hias Aglaonema yang sudah jadi susah dilepas oleh pemiliknya. Kalaupun boleh harganya sudah tak terkira. Karena dijadikan ikon nursery tersebut. Dengan mendapatkan bakalan yang bagus, akan menghemat pengeluaran. Harga bakalan belum begitu mahal. Namun dalam pemilihannya harus cermat. Yaitu harus dipahami kualitas Tanaman hias yang akan dipilih, sifat khasnya dan memperhatikan perawatannya.

A. Kualitas faktor utama yang harus diperhatikan

Kulaitas baik merupakan kunci utama dalam pemeliharaan tanaman hias, termasuk aglaonema. Tanaman hias dibeli untuk dinikmati keindahannya. Sehingga, Tanaman dengan kualitas prima, tidak ada cacat baik daun maupun batang, adalah suatu keharusan. Hal ini penting, agar para pembeli nantinya tidak kecewa setelah tanaman dewasa. Cacat biasanya disebabkan oleh keteledoran perawatan atau serangan hama penyakit. Untuk mendapatkan aglaonema dengan kualitas baik, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

1. Tempat membeli.

Pilihlah tempat membeli aglaonema di nursery yang berkualitas. Nursery yang diakuai kredibilitasnya. Nursery yang sering memenangkan kontes tanaman hias. Nursery yang mau memberikan jaminan akan barang dagangannya. Sehingga jenis dan kualitas aglaonema tersebut terjamin. Kebersihan nursery juga perlu diperhatikan. Nursery yang bersih mencerminkan tanaman hias yang ada sehat dan bebas dari hama dan penyakit.

2. Periksa keseluruhan tanaman.

Aglaonema, tanaman hias yang rata-rata harganya masih mahal. Sehingga agar tidak kecewa, sebelum terjadi transaksi perlu diadakan pemeriksaan secara menyeluruh. Daun harus mulus dan mengkilap. Tidak ada bekas serangan hama. Batang kokoh, bersih, segar dan sehat. Perakaran kokoh. Tanaman tidak goyang. Media tanam masih bagus.

3. Ukuran daun makin besar.

Hal ini penting diperhatikan. Ukuran daun tanaman yang tumbuh bagus makin keatas makin besar. Menandakan tanaman sehat. Bila makin keatas ukuran daun kecil ada bebarapa kemungkinan. Tanaman hias tersebut baru di repotting. Aglaonema tersebut baru berbunga, atau terkena serangan hama dan juga mungkin perakarannya terganggu.

4. Susunan daun rapat.

Tanaman hias seperti ini menandakan pertumbuhan yang pas. Tanaman hias tersebut tidak kurang sinar matahari. Aglaonema tersebut akan tampil kompak. Sehingga akan rimbun dan tampak indah.

5. Tidak tergiur harga murah.

Harga biasanya menuntukan kualitas suatu produk. Boleh-boleh saja untuk mengurangi pengeluaran mencari diskon harga. Tapi tetap perlu diperhatikan aglaonema diskon tersebut. Bagaimana kesehatannya. Bagaimana perawatannya. Ada tidaknya serangan hama. Biasanya suatu nursery yang memberikan potongan harga atau diskon dengan besar-besaran, stock tanaman yang ada pada nursery tersebut menumpuk. Dan dapat dipastikan terhadap tanaman hias tersebut perawatannya dikurangi.

Sifat dan karakter aglaonema juga mesti dipahami, sebelum menentukan pilihan jenis aglaonema apa yang akan dibeli. Untuk postting ini akan saya lanjutkan pada postting berikutnya. Semoga postting yang sederhana ini dapat membantu para hobiis aglonema dalam menentukan pilihannya dalam membeli aglaonema. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Post Navigation